oleh

Kemenag–Leiden University Perkuat Kerja sama Penguatan Kapasitas Dosen PTKI

KALTENG.SIN.CO.ID – Kementerian Agama memperkuat internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) melalui pengaktifan kembali kerja sama akademik dengan Leiden University, Belanda. Kerja sama ini menjadi babak baru setelah sempat terhenti, ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) pada Februari 2026.

Implementasi kerja sama diwujudkan melalui program International Short Course on Research Methodologies dan International Symposium on Islam in Indonesia and Morocco di Rabat, Maroko, pada 12–23 Oktober 2026. Sebanyak 12 dosen PTKIN dan PTKIS mengikuti short course, sementara simposium melibatkan lima peserta dari Indonesia dan lebih dari lima akademisi Leiden University.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Prof. Sahiron, mengapresiasi Leiden University atas dukungan dan komitmennya dalam mengembangkan kerja sama akademik. Ia berharap kolaborasi ini berlanjut melalui program double degree jenjang S2 dan S3, pembukaan Chair of Indonesian Islam di Leiden University, pertukaran profesor dan mahasiswa, serta penelitian dan publikasi bersama.

Baca Juga  Tri Rismaharini Membantu Melelang Sepatu Penyandang Disabilitas Di Sentra Kreasi Atensi Balai

“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada pelaksanaan short course dan simposium. Ke depan, perlu ada penguatan program yang lebih berkelanjutan, termasuk double degree, pertukaran profesor dan mahasiswa, serta pembukaan Chair of Indonesian Islam di Leiden University,” ujar Prof. Sahiron pada Selasa, (20/10/2026).

Para peserta menilai program ini memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kapasitas penelitian dan jejaring akademik internasional. Saifuddin Dhuhri dari UIN Sultanah Nahrasiyah, misalnya, mengaku memperoleh perspektif baru dalam kajian sejarah, heritage, dan material culture.

“Program ini sangat luar biasa. Saya bisa meng-upgrade ilmu saya lagi. Kebetulan fokus saya pada kajian heritage, sejarah, dan material culture. Pengetahuan yang saya miliki menjadi semakin kaya,” ungkapnya.

Tri Ridwan Santoso dari IAILM Suryalaya menyoroti pentingnya kesempatan yang setara bagi perguruan tinggi swasta. “Tidak hanya kampus negeri yang menjadi perhatian, tetapi kampus swasta juga bisa ikut. Kita mendapatkan kesempatan yang sama dalam hal belajar,” ujarnya. Ia berharap kuota peserta dari PTKIS ditambah pada program berikutnya.

Baca Juga  Kasus Positif COVID-19 Bertambah 108 Orang Di Kaltim

Muhammad Haramain dari IAIN Parepare menilai program tersebut memperkaya pendekatan penelitian lintas disiplin. “Banyak pelajaran yang kami dapatkan di sini. Kami bertemu dengan beberapa peneliti dari Leiden, kemudian dari Maroko. Insight-nya luar biasa,” katanya. Ia berharap lebih banyak dosen PTKI memperoleh kesempatan mengikuti program serupa.

Sementara itu, Didin Nuruddin Hidayat dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengapresiasi materi yang memadukan metodologi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penulisan akademik. “Kami mendapatkan kesempatan untuk mempelajari metodologi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan keterampilan academic writing yang diramu menjadi satu kesatuan,” jelasnya. Ia menyarankan agar sesi research matchmaking diperpanjang untuk memperdalam peluang kolaborasi penelitian.

Putri Swastika dari UIN Jurai Siwo Lampung juga merasakan manfaat program dalam memperluas perspektif kajian ekonomi Islam dan keuangan syariah. “Saya merasa mendapatkan banyak ilmu dan wawasan baru. Latar belakang saya adalah ekonomi, tetapi di sini saya mendapatkan pengetahuan dari berbagai perspektif yang bisa saya gunakan untuk menggali lebih jauh kajian Islamic finance dan ekonomi Islam di Indonesia,” ungkapnya. Ia berharap kegiatan ini dilanjutkan dengan tindak lanjut konkret atas penjajakan kolaborasi riset.

Baca Juga  Vaksinasi Booster Kota Bogor Akan dimulai Besok

Kerja sama ini turut didukung Prof. Nico J.G. Kaptein dari Leiden University, yang berperan dalam inisiasi dan pelaksanaan program Indonesian-Netherlands Cooperation in Islamic Studies (INIS). Dalam rangkaian kegiatan di Rabat, Selasa (20/10/2026), ia menyampaikan paparan bertajuk “Scholarship and Friendship Across Cultures: Leiden Indonesia Collaboration on Islamic Studies.”

Melalui kemitraan ini, Kementerian Agama berharap kerja sama dengan Leiden University berkembang menjadi kolaborasi strategis dalam pendidikan, penelitian, pertukaran akademisi, dan publikasi ilmiah. Upaya ini diharapkan memperluas akses dosen PTKI, baik negeri maupun swasta, terhadap jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan daya saing penelitian di tingkat global.(***)

 

News Feed