KALTENG.SIN.CO.ID – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah menghadiri Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Pelantikan, serta Seminar Dialog Nasional Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor se-Kalimantan Tengah Masa Khidmat 2025–2029 sebagai wujud dukungan terhadap penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga persatuan, stabilitas daerah, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Jayang Tingang, Komplek Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (6/8/2026).
Hadir dalam kegiatan, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin, Ketua PW GP Ansor Kalimantan Tengah, Arjoni, para tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, serta jajaran Pengurus Cabang GP Ansor se-Kalimantan Tengah. Dari Kanwil Kemenkum Kalteng hadir Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Madya, Doaa Risma Diputra.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Apel Siaga Karhutla sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran hutan maupun lahan di Kalimantan Tengah. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Ansor, pembacaan doa, serta penampilan seni budaya daerah yang mencerminkan semangat kebangsaan dan penghormatan terhadap kearifan lokal.
Prosesi pelantikan Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang GP Ansor se-Kalimantan Tengah Masa Khidmat 2025–2029 kemudian dilaksanakan oleh Pengurus Pusat GP Ansor dan disaksikan seluruh tamu undangan. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong kontribusi generasi muda dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi atas eksistensi dan kontribusi GP Ansor yang selama ini konsisten menjaga persatuan, kerukunan umat beragama, serta stabilitas sosial di Kalimantan Tengah. Ia juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang aman dan harmonis.
“Saya berharap GP Ansor terus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, merawat toleransi, dan memperkuat semangat gotong royong. Mari bersama-sama bersinergi membangun Kalimantan Tengah yang semakin maju, bermartabat, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” ujar Agustiar Sabran.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Dialog Nasional yang mengangkat tema penguatan peran pemuda dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat wawasan kebangsaan, serta mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pembangunan nasional maupun daerah. Dalam seminar tersebut juga disampaikan pentingnya organisasi kepemudaan dalam menghadapi tantangan global, perkembangan teknologi, sekaligus menjaga nilai-nilai Pancasila, toleransi, supremasi hukum, dan semangat persatuan bangsa.
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah, Hajrianor, menyampaikan bahwa kehadiran Kanwil Kemenkum Kalteng dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk terus membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan kehidupan berbangsa yang harmonis, taat hukum, dan kondusif.
“Organisasi kepemudaan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat persatuan, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, serta menjaga kondusivitas daerah. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan seluruh komponen masyarakat menjadi modal penting untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah,” ujar Hajrianor.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah berharap sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, aparat penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat semakin erat, sehingga mampu bersama-sama menjaga stabilitas daerah, meningkatkan kesadaran hukum, serta mendukung terwujudnya Kalimantan Tengah yang aman, damai, dan berkelanjutan.











